Jumat, 09 Desember 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Disabilitas dan pandangan Masyarakat

Disabilitas adalah kata yang sering dikonotasikan terhadap orang-orang yang mempunyai keterbatasan. Bagi sebagian masyarakat mungkin kata-kata disabilitas ini terdengar asing. Itu karena kebiasaan masyarakat yang lebih suka memanggil para penyandang disabilitas ini dengan sebutan-sebutan yang lebih umum seperti tunanetra, tunarungu dll. Namun pada initinya makna kata disabilitas ini tetap satu, yakni kata yang menggambarkan kepada para individu yang mempunyai keterbatasan/kelemahan, baik itu keterbatasan secara fisik maupun keterbatasan mental, mereka semua tetap disebut sebagai Penyandang Disabilitas. Di Indonesia ini, umumnya para penyandang disabilitas belum memperoleh hak mereka sebagaimana warga Negara yang lainnya, para Penyandang disabilitas ini masih sangat sulit berkembang dari ruang lingkup kesehariannya. Ini dikarenakan tidak adanya dukungan dari masyarakat tempat para penyandang disabilitas ini tinggal. Di masyarakat yang sekarang, umumnya para penyandang disabilitas ini begitu diabaikan kapasitasnya, tak dihiraukan keberadaanya, bahkan yang lebih ironis lagi tindakan-tindakan pendiskriminasian terhadap para penyandang disabilitas masih sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat kita. Hal ini menjadi ironi tersendiri bagi para penyandang disabilitas, karena mereka juga sebenarnya juga mampu melakukan hal-hal yang kita lakukan, meskipun cara mereka berbeda dengan kita. Namun setidaknya mereka bisa melakukan apa yang menurut kita tak dapat dilakukan oleh mereka.

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat, mungkin kalimat ini yang selalu menjadi problema selama ini. Pandangan Masyarakat terhadap Penyendang disabilitas memang begitu memprihatinkan, apalagi dalam catatan WHO, Tercatat 15 persen dari 500 juta Penyandang disabilitas di seluruh dunia adalah berasal dari Indonesia, benar-benar jumlah statistik yang begitu besar. Namun masalahnya, justru di negara indonesia inilah kejadian pendiskriminasian penyandang disabilitas terbesar. Umumnya masyarakat menilai para penyandang disabilitas ini hanya membawa beban di kehidupan keluarga dan masyarakat sekitar. Dan didukung dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas. Maka tidak salah jika para penyandang disabilitas ini begitu didiskriminasi dalam lingkungan masyarakat, dan begitu terpuruk melihat kenyataan takdir yang mereka jalani selama ini. Sesungguhnya, mereka ingin bangkit, mereka ingin berkarya dan mereka juga ingin menunjukan potensi dan bakat yang mereka miliki. Tetapi karena tidak adanya dukungan dari masyarakat sepertinya hal tersebut membuat mereka sulit untuk mencapai segala aspirasi dan gagasan yang mereka punyai itu. Mereka sangat sulit untuk bangkit, sulit untuk bisa menunjukkan segala kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Mereka butuh dukungan, meraka juga butuh perlakuan yang sama layaknya orang lain yang lebih sempurna dari mereka. Namun sekali lagi, pandangan masyarakat inilah yang membuat keinginan-keinginan dari para penyandang disabilitas ini kurang bisa terealisasikan. Indonesia termasuk salah satu negara yang banyak dihuni penyandang disabilitas. Namun perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas ini masih sangat kurang, para pejabat di negeri ini hanya mementingkan diri mereka sendiri. Tanpa memperdulikan kaum-kaum bawah seperti para penyandang disabilitas ini. Undang-undang tentang disabilitas juga sebenarnya sudah ada, tapi penerapan dalam konteksnya masih sangat jauh dari yang diharapkan.

Contoh kongkretnya:
Di daerah DKI Jakarta, Pemprov DKI sudah mengeluarkan Peraturan Daerah mengenai penyandang disabilitas yakni pada Perda No. 10 Tahun 2011. Namun dalam konteks nyatanya, Perda ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas sampai sekarang ini belum juga terealisasikan. Banyak sekali kendala yang datang, terutama dari kalangan pemerintah itu sendiri. Namun harus kita akui juga, Pemprov DKI Jakarta memang sudah berupaya membuat langkah-langkah positif demi terciptanya kehidupan inklusif antara Penyandang disabilitas dan Masyarakat pada umumnya di daerah DKI Jakarta. Tetapi kita juga harus tahu, bahwa apapun program yang pemerintah buat, tanpa adanya keseriusan dalam menangani seuah program tersebut dan juga jika tim pelaksana dilapangan masih belum melakukan tugasnya dengan baik. Maka akan terbuang sia-sia semua program tersebut. Satu hal lagi yang paling penting yakni dukungan dari masyarakat umum. Kurangnya dukungan dari masyarakat umum akan sebuah program demi penyelarasan hak-hak penyandang disabilitas ini, membuat program pemerintah ini juga sulit terealisasikan.mungkin semua itu terjadi karena pandangan masyarakat di daerah DKI Jakarta terhadap para penyandang disabilitas masih sangat negatif. sehingga upaya-upaya untuk mewujudkan program tersebut sulit untuk dilaksanakan. Berdasarkan pengalaman saya, dalam kehidupan kota metropolitan seperti di DKI Jakarta ini. Saya masih sangat terenyuh melihat betapa malangnya nasib para penyandang disabilitas. Para penyandang disabilitas begitu didiskriminasi. Mereka dihina,dicaci dan ditertawakan. Apalagi jika mereka berada dalam ruang lingkup masyarakat yang besar (tempat umum), seperti di kendaraan umum, di pasar dll. Terlihat begitu banyak perlakuan diskriminasi yang dilakukan terhadap penyandang disabilitas ini. Saya pun bertanya-tanya dalam hati, Beginikah program yang dijanjikan oleh Pemprov DKI Jakarta yang barjanji menjamin hak-hak penyandang disabilitas?

Saya rasa ini sangat jauh dari apa yang dijanjikan. Begitu sulitnya mencapai sebuah kehidupan masyarakat yang inklusif. Melihat Kota DKI Jakarta saja yang dikenal sebagai pusatnya negara ini tapi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas saja belum juga bisa berjalan, dan saya juga berpikir Bagaimana yah keadaannya jika di daerah yang lainnya, Seperti sumatera, Kalimantan, Nusa tenggara dsb..? masalah Pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas disana pasti tidak akan jauh berbeda seperti di DKI Jakarta ini.
Kalau menurut saya, sebenarnya menciptakan kehidupan masyarakat Indonesia yang inklusif pada penyandang disabilitas itu sangatlah simpel. Yakni bagaimana cara kita bisa membuka pandangan masyarakat terhadap para penyandang disabilitas, kita harus katakan dan buktikan pada masyarakat bahwa para penyandang disabilitas juga punya potensi yang luar biasa. Dan berikan pula contoh kongrit pula mengenai potensi luar biasa yang ada pada setiap diri para penyandang disabilitas itu dengan bukti-bukti yang kongrit juga, serta sadarkanlah masyarakat dari doktrin-doktrin negatif mengenai para penyandang disabilitas.
Untuk mencapai semua itu memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan kita juga sangat membutuhkan media-media yang bisa menampung potensi,aspirasi dan bakat dari para penyandang disabilitas ini, sebenarnya masyarakat itu butuh bukti-bukti yang kontinu, karena dengan adanya bukti-bukti yang kontinu tersebut masyarakat Indonesia umumnya akan lebih bisa membuka mindset atau cara pandang mereka terhadap suatu problema. lebih khususnya terhadap problema dari para disabilitas dan pandangan masyarakat yang negatif ini.

Solusi Jitu Menuju Masyarakat Indonesia yang Inklusif terhadap Para Penyandang Disabilitas

Ditengah kesulitan menemukan jalan keluar dari segala problema yang terjadi antara penyandang Disabilitas dan Pandangan Masyarakat. Timbul suatu gagasan yang cemerlang. Gagasan itu tumbuh bukan dari masyarakat, gagasan itu justru tumbuh dari para penyandang disabilitas itu sendiri. Pada 19 januari 2006 lahirlah sebuah pergerakan dari para penyandang tunanetra yang bertujuan untuk mencapai Masyarakat yang inklusif terhadap penyandang disabilitas. Gerakan tersebut adalah sebuah organisasi nirbala yang bernama Kartunet Community Indonesia.
Kartunet Community Indonesia adalah sebuah organisasi yang terdiri dari para penyandang tunanetra. Semua anggotanya berasal dari penyandang tunanetra yang bernasib sama dan juga mempunyai tujuan satu yakni ingin mewujudkan masyarakat yang inklusif, dan menghapuskan segala tindakan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Karena mereka punya motivasi yang tinggi, maka mereka mempunyai ide untuk mempublikasikan semua kreativitas dan potensi-potensi yang mereka miliki dengan membuat sebuah website sebagai tempat penyaluran ide-ide kreatif dan karya-karya dari para mereka (penyandang Disabilitas). Website ini diberi nama www.kartunet.com
Sesuai tujuannya, nama kartunet sendiri merupakan kliping dari dua suku kata yakni “Karya” dan” Tunanetra”. Jadi Kartunet.com itu sendiri bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya dari para penyandang disabilitas untuk membuktikan pada masyarakat Indonesia bahwa para penyandang disabilitas juga bisa berkarya dan berprestasi. Dan juga sebagai pembuktian bahwa konotasi masyarakat terhadap penyandang disabilitas yang menyebutkan bahwa penyadang disabilitas adalah individu-individu yang lemah dan tak berdaya itu salah! Mereka juga bisa mandiri, berprestasi dan berinovasi.
Banyak sekali karya-karya dari para penyandang disabilitas yang berhasil mereka hasilkan, seperti karya sastra, keterampilan menulis, pengelolaan usaha online dan lain sebagainya. Disisi lain kartunet.com merupakan sebuah media sosialisasi mengenai isu-isu disabilitas yang ada di masyarakat, juga sebagai tempat mengenalkan potensi penyandang disabilitas pada masyarakat umum yang lebih luas.

Peranan situs Kartunet.com sebagai Media sosialisasi menuju masyarakat Inklusif

Dengan visi ”Akselerasi mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif dengan kartunet.com sebagai media informasi terdepan dalam pengembangan eksplorasi potensi/keahlian penyandang disabilitas”
peranan kartunet.com begitu besar, terutama bagi para penyandang disabilitas. karena lewat kartunet.com para penyandang disabilitas bisa menunjukan potensi yang mereka miliki, terbukti banyak para penyandang disabilitas yang memperoleh penghargaan. Karena dengan hadirnya situs kartunet.com mereka jadi lebih termotivasi dan ingin menunjukkan pada seluruh masyarakat Indonesia. Bahwa penyandang disabilitas bukanlah hanya sebagai beban bagi lingkungan masyarakat mereka. Tetapi para penyandang Disabilitas juga punya potensi yang luarbiasa, yang sebelumnya para penyandang disabilitas ini begitu diabaikan bahkan didiskriminasi oleh masyarakat itu sendiri.

Berkat perjuangan berat dari kartunet.com, pandangan masyarakat terhadap para penyandang disabilitas semakin lama semakin membaik. Kini dengan begitu banyak prestasi yang ditorehkan para penyandang disabilitas bersama kartunet. Masyarakat mulai mau mengubah cara pandang mereka tehadap penyandang disabilitas. kepercayaan masyarakat terhadap kartunet.com sebagai media sosialisasi penyandang disabilitas juga makin besar. Ini membuat kartunet semakin bersemangat untuk terus bekerja keras menuju apa yang mereka tuju, yaitu menciptakan masyarakat Indonesia yang inklusif terhadap para penyandang disabilitas.
Diharapkan dengan adanya kartunet.com, masyarakat lebih bisa menghargai para penyandang disabilitas dan masyarakat juga lebih bisa mengayomi serta meninggalkan jauh-jauh garis diskriminasi yang selama ini melekat pada pandangan Kartunet.com masyarakat kita.

Ayo kita wujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif bersama kartunet.com..!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar