Senin, 18 April 2011

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi

Harga emas naik dan terus melambung menyentuh rekor tertinggi US$1.498,60 per ounce setelah Standard & Poor's menurunkan prospek kredit Amerika Serikat,
dan para investor khawatir mengenai utang di zona euro, serta tingginya inflasi di China. Namun, pada akhir perdagangan, harga emas kembali turun menjadi US$1.492,90.

Emas untuk pengiriman Juni mengalami kenaikan US$6,90 dan menetap di US$1.492,90 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, pada penutupan perdagangan Senin 18 April waktu New York atau Selasa dinihari waktu Indonesia. Sementara itu, harga spot emas telah naik 0,8 persen menjadi US$1.495,20 per ounce, menurut indeks emas Kitco.

Lembaga pemeringkat Standard & Poor's menurunkan prospek (outlook) utang negara Amerika Serikat dari "stabil" menjadi "negatif" pada Senin, 18 April. Tindakan ini memicu investor memborong emas sebagai pelindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
"Hanya logam mulia yang dipandang menarik, setelah adanya penurunan peringkat ini," kata John Kilduff, partner di Again Capital di New York.

Lembaga pemeringkat ini melihat adanya risiko bahwa para pembuat kebijakan Amerika Serikat sulit mendapatkan kata sepakat dalam rencana pengurangan defisit anggaran.
Di antara logam mulia yang lain, harga perak naik 0,5 persen menjadi US$43,21 per ounce, setelah sebelumnya mencapai harga tertinggi dalam 31 tahun terkahir, US$43,51. Perak telah menjadi logam mulia berkinerja terbaik sepanjang tahun ini, naik 40 persen sejak Januari.

Platinum menurun 0,2 persen pada US$1.779,99 per ounce, sedangkan paladium turun 3,3 persen menjadi US$735,22. (Fox Business dan The Street) (SJ)

(vivanews)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar