Selasa, 08 November 2011

Hanya 5 Menit ! ! !

Apakah Anda tahu berapa harga 5 menit? Anda akan tahu di sini, berapa harga 5 menit waktu dalam sehari……..
Di sebuah taman kota duduklah seorang wanita yang sibuk bermain dengan Blackberry dan memposting status berisi @taman kota, bosan menunggu Tammy bermain.

Sedangkan di sebelahnya adalah seorang pria yang tampaknya seperti orang sibuk, namun ia berdiri dengan tersenyum kepada anaknya yang tengah bersepeda.

Bosan dengan Blackberry di tangannya, sang wanita kemudian berusaha beramah tamah kepada pria di sebelahnya itu. “Itu Tammy, anak saya,” katanya sambil menunjuk seorang anak dengan sweater putih yang sepertinya sudah kotor terkena tanah dan noda lainnya.
“Dia tampan sekali,” kata pria itu. “Itu adalah anak saya, Jasmine,” tunjuknya pada seorang anak gadis yang sedang asyik bersepeda.

Tak lama kemudian ia melihat arlojinya, dan memanggil anaknya, “Jasmine, ayo kita pulang,” sahutnya.

Si anak kemudian menjawab, “5 menit lagi ya yah, ya?”
Sang ayah mengangguk dengan tersenyum, sekalipun mungkin di benaknya ia sudah berencana untuk kembali beraktivitas di kantor.

Waktu sudah berjalan 5 menit, sang ayah kembali memanggil Jasmine, sementara wanita di sebelahnya semakin terlihat resah karena sang anak tak kunjung selesai bermain.

“Jasmine, ayo kita pulang nak…” kata sang ayah.

“Aduh ayah, 5 menit lagi, boleh ya…” kata sang anak.
Ayahnya tertawa kecil kali ini dan mengatakan, “iya.. iya baiklah.”

Wanita di sebelahnya kemudian terheran-heran, “Anda sepertinya orang yang sangat sibuk sekali. Tetapi Anda juga orang yang sangat sabar,” katanya.

Pria itu berdiam sejenak, kemudian mulai bercerita, “Dulu anak saya Randy juga sering bermain di taman ini. Karena istri saya sibuk, saya kebagian mengantarnya.
Saya sangat jengkel karena saya sendiri juga punya kesibukan, punya jadwal meeting dengan klien yang sangat sibuk.

Saat itu saya menerima sebuah telepon penting, dan meminta Randy untuk pulang. Ia bersikeras tetap bermain, sampai akhirnya saya meninggalkannya dan berpikir bahwa ia bisa pulang sendiri.
Toh rumah kami tak jauh dari sini.
Namun ternyata apa yang saya pikirkan salah.
Ia terbunuh oleh seorang pemabuk saat sedang bermain sepeda.
Karena saya terlalu mementingkan pekerjaan dan uang, dan harus kehilangan anak lelaki satu-satunya yang saya miliki.
Sejak saat itu, saya tak ingin lagi kehilangan momen bersama anak saya.
Toh yang dimintanya hanya menemaninya selama 5 menit saja, tak lebih.”

Wanita di sampingnya pun terdiam.
Menyimpan Blackberry di tasnya dan berlari ke arah anaknya.

Sekedar 5 menit bersama orang terkasih adalah hal yang penting dan mahal harganya. Mungkin saat ini kita meremehkannya. Namun jika saja kita tahu berapa harga 5 menit itu, tentu kita takkan pernah menyia-nyiakannya. Berikan 5 menit waktu kita setiap hari, untuk orang-orang yang disayangi. Dan kita takkan pernah menyesal.
Semoga Artikel yang saia posting di blog ini bermanfaat,terima kasih..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar